Jumat, 26 April 2013

ARTIKEL (HAK CIPTA)

Diposting oleh yoan agustin di 00.56

Salahkah Pendidikan ?

    Tentu masih melekat dalam memory kita, kasus Bank Century , yang tak jelas akhir ceritanya.
    Masih ingat kasus korupsi gayus ? tentu, kasus yang melahirkan lagu yang menjadi hits waktu itu.
    Dan tak ketinggalan , kasus artis cantik yang terjun dalam dunia politik. ya, angelina Sondakh. dalam kasusnya wisma atlet. serta siti fadilah, Nazarudin,ketua PKS, dan sederettan politisi kelas kakap yang terjerat kasus yang dilambangkan dengan tikus ini.
    Bukan hanya petinggi negara, pegawai rendahanpun banyak yang telah terlibat kasus. bahkan mereka yang akan menjadi calon pemimpin rakyatpun telah mengajarkan tindakan tindakan suap. dengan cara memberikan imbalan atas suara mereka dalam pemilu. begitu murahkah nasib bangsa kita ? sungguh ironis. lalu siapa yang disalahkan atas semua itu ?
     Dunia pendidikan. dunia pendidikan dianggap bersalah, dengan sederet alasan yang terlihat memojokan. tak lebih dikatakan bahwa dunia pendidikan hanya memprioritaskan ilmu pengetahuan umum, dan sedikit melalaikan pendidikan karakter dan kepribadian . memang sesungguhnya pendidikan karakteradalah salah satu podasi untuk membangun kepribadian yang kuat, kokoh dan tak tergoyah. namun, pada konteksnya pendidikan karakter tidak harus ditulis, bahkan didikte oleh guru pembimbing. pendidikan karakter tersebut seharusnya berasal dari apa yang kita pelajari. dari pikiran dan jiwa kita masing-masing.
SALAHKAH PENDIDIKAN ?
    Tentu jawabanya tidak . mungkin presepsi yang menyatakan bahwa dunia pendidikan memang notabenenya salah , itu hanya sikap dari pelampiasan itu sendiri.
   Di dewasa ini, pendidikan karakter telah diajarkan dengan cara sebagaimana tuntutan. hal itu berimbas langsung pada generasi muda. hal ini bisa menciptakan generasi muda yang tidak kreatif serta kurang inofativ. semua itu akibat dari kebiasaan yang selalu menunggu dan hanya berperan sebagai pendengar. bagaimana nasib generasi muda indonesia, itu tergantung pada pribadi kita masing-masing.
 Masih tetap akan menyalahkan dunia penddikan ? atas apa yang ditanggungnya ? untuk kembali kita renungkan betapa besarnya tanggung jawab dunia pendidikan dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas , yang tentunya kreatif dan inovativ. 
    Ingatkah 3 kata ini :
            1. Ing Ngarso Sung Tuladha        : di depan kita menjadi teladan/contoh
            2. Ing Madyo Mangun Karso      : di tengah ikut serta
            3. Tut Wuri Handayani                 dibelakang memberi dorongan/dukungan
    3 kata ajaib. semboyan yang bisa dikatakan tujuan.
    Dengan lapang dada, mari kita tingkatkan bukan malah mengalahkan. dengan semangat kita bis amenghasilkan generasi muda yang kuat , kreatif dan inovativ. bukan malah menjadi pribadi yang pasiv. kita bisa menjadi bangsa yangberkualitas, dengan pendidikan yang tidak mengenal batas.



Yoan Agustin
Pelajar, SMP Negeri 1 Ajibarang
Banyumas

0 komentar:

Posting Komentar

 

MISS LONELY Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos