Jumat, 26 April 2013

maaf kalo curhat

Diposting oleh yoan agustin di 00.57 0 komentar
SENJA. damai. indah. dan bisu. datang dalam waktu yang aneh. sepertinya yang datang disaat yang aneh. Lucu. aku ini gila. tapi kegilaanku ini lucu. sampai senjapun bisa tertawa ketika bulan bercerita. BULAN.ia yang baik. setia. ia pun bisa sampai bercerita kepada senja tentang semua nya. aku ini nista. tak lebih dari gadis yang nista. namun dalam kenistaanku ini masih terbesit rasa butuh. walaupun engkau acuh. aku memang lelah. tapi ini semua begitu indah. aku belum ingin menyudahi semua ini.
aku telah merapal berbagai sajak cinta. namun lidah ini terasa kelu dan kaku. aku ingin bercerita. semua alur yang kupunya. alur cerita gadis belia yang baru merasakan cinta. "haha.." tawa senja menggema. "sssthhsst..." bisik bulan terdengar.
apa aku salah ? hingga sang penguasa alampun menertawakan semua yang aku rasa. aku sudah terlalu sakit untuk menhadapi problema masalah dunia. yang terlalu pelik ini. jiwa sudah luruh. hati telah rapuh. sakit begitu pahit. Getir.

tapi aku percaya Senja dan Bullan pasti tau ini semua.

ARTIKEL (HAK CIPTA)

Diposting oleh yoan agustin di 00.56 0 komentar

Salahkah Pendidikan ?

    Tentu masih melekat dalam memory kita, kasus Bank Century , yang tak jelas akhir ceritanya.
    Masih ingat kasus korupsi gayus ? tentu, kasus yang melahirkan lagu yang menjadi hits waktu itu.
    Dan tak ketinggalan , kasus artis cantik yang terjun dalam dunia politik. ya, angelina Sondakh. dalam kasusnya wisma atlet. serta siti fadilah, Nazarudin,ketua PKS, dan sederettan politisi kelas kakap yang terjerat kasus yang dilambangkan dengan tikus ini.
    Bukan hanya petinggi negara, pegawai rendahanpun banyak yang telah terlibat kasus. bahkan mereka yang akan menjadi calon pemimpin rakyatpun telah mengajarkan tindakan tindakan suap. dengan cara memberikan imbalan atas suara mereka dalam pemilu. begitu murahkah nasib bangsa kita ? sungguh ironis. lalu siapa yang disalahkan atas semua itu ?
     Dunia pendidikan. dunia pendidikan dianggap bersalah, dengan sederet alasan yang terlihat memojokan. tak lebih dikatakan bahwa dunia pendidikan hanya memprioritaskan ilmu pengetahuan umum, dan sedikit melalaikan pendidikan karakter dan kepribadian . memang sesungguhnya pendidikan karakteradalah salah satu podasi untuk membangun kepribadian yang kuat, kokoh dan tak tergoyah. namun, pada konteksnya pendidikan karakter tidak harus ditulis, bahkan didikte oleh guru pembimbing. pendidikan karakter tersebut seharusnya berasal dari apa yang kita pelajari. dari pikiran dan jiwa kita masing-masing.
SALAHKAH PENDIDIKAN ?
    Tentu jawabanya tidak . mungkin presepsi yang menyatakan bahwa dunia pendidikan memang notabenenya salah , itu hanya sikap dari pelampiasan itu sendiri.
   Di dewasa ini, pendidikan karakter telah diajarkan dengan cara sebagaimana tuntutan. hal itu berimbas langsung pada generasi muda. hal ini bisa menciptakan generasi muda yang tidak kreatif serta kurang inofativ. semua itu akibat dari kebiasaan yang selalu menunggu dan hanya berperan sebagai pendengar. bagaimana nasib generasi muda indonesia, itu tergantung pada pribadi kita masing-masing.
 Masih tetap akan menyalahkan dunia penddikan ? atas apa yang ditanggungnya ? untuk kembali kita renungkan betapa besarnya tanggung jawab dunia pendidikan dalam membentuk generasi penerus yang berkualitas , yang tentunya kreatif dan inovativ. 
    Ingatkah 3 kata ini :
            1. Ing Ngarso Sung Tuladha        : di depan kita menjadi teladan/contoh
            2. Ing Madyo Mangun Karso      : di tengah ikut serta
            3. Tut Wuri Handayani                 dibelakang memberi dorongan/dukungan
    3 kata ajaib. semboyan yang bisa dikatakan tujuan.
    Dengan lapang dada, mari kita tingkatkan bukan malah mengalahkan. dengan semangat kita bis amenghasilkan generasi muda yang kuat , kreatif dan inovativ. bukan malah menjadi pribadi yang pasiv. kita bisa menjadi bangsa yangberkualitas, dengan pendidikan yang tidak mengenal batas.



Yoan Agustin
Pelajar, SMP Negeri 1 Ajibarang
Banyumas

SAJAK SAJAK

Diposting oleh yoan agustin di 00.55 0 komentar

SANG RAGA TAK BERTULANG

Sang raga tak bertulang
Dan sehelai jiwa yang malang

Terhempas oleh ombak
Terkikis oleh terik
Sang raga tak bertulang

Di ujung sana
ia melambai
sayup sayup terdengar
suara yang telah parau
suara yang telah layu
dari jiwa yang rapuh

di atas sana
ia berbisik
“ Jagalah aku untuk tetap disini,
Disinlah tempat, tanda bangsa kita
Masih berjaya “

(Yoan Agustin)



GORONG-GORONG

Relng in,
Kosong,
Hampa,
Nol,
Gelap,
Pengap.

Tunggu kawan,
Itu gorong-gorong metropolitan
Bukan hatiku yang karatan

(yoan agustin)







HABIS

Jika kata
Telah habis terbata
Dan pelupuk
Sudah terkatup.

Lalu kepada siapa bibir harus bertanya ?

Sementara waktu terlalu tega
Ia seaakan lupa.
Baik.
Coba kutanya pada senja.
Jingga.
Ia hanya diam menunduk, kawan.
Seakaan ingin ia bercerita
Bahwa iapun dikuasai
Atas kekejaman
Sang waktu

Maaf , kawan
Kini waktuku telah has.

(yoan agustin)



ORDE LAMA

Diposting oleh yoan agustin di 00.55 0 komentar
Latar Belakang
PKI merupakan partai komunis yang terbesar di seluruh dunia, di luar Tiongkok dan Uni Soviet. Anggotanya berjumlah sekitar 3,5 juta, ditambah 3 juta dari pergerakan pemudanya. PKI juga mengontrol pergerakan serikat buruh yang mempunyai 3,5 juta anggota dan pergerakan petani Barisan Tani Indonesia yang mempunyai 9 juta anggota. Termasuk pergerakan wanita (Gerwani), organisasi penulis dan artis dan pergerakan sarjananya, PKI mempunyai lebih dari 20 juta anggota dan pendukung.

Pada bulan Juli 1959 parlemen dibubarkan dan Sukarno menetapkan konstitusi di bawah dekrit presiden - sekali lagi dengan dukungan penuh dari PKI. Ia memperkuat tangan angkatan bersenjata dengan mengangkat para jendral militer ke posisi-posisi yang penting. Sukarno menjalankan sistem "Demokrasi Terpimpin". PKI menyambut "Demokrasi Terpimpin" Sukarno dengan hangat dan anggapan bahwa dia mempunyai mandat untuk persekutuan Konsepsi yaitu antara Nasionalis, Agama dan Komunis yang dinamakan NASAKOM.
Pada era "Demokrasi Terpimpin", kolaborasi antara kepemimpinan PKI dan kaum burjuis nasional dalam menekan pergerakan-pergerakan independen kaum buruh dan petani, gagal memecahkan masalah-masalah politis dan ekonomi yang mendesak. Pendapatan ekspor menurun, foreign reserves menurun, inflasi terus menaik dan korupsi birokrat dan militer menjadi wabah.


Masa Kepemimpinan 
Sebelum Republik Indonesia Serikat dinyatakan bubar, pada saat itu terjadi demo besar-besaran menuntut pembuatan suatu Negara Kesatuan. Maka melalui perjanjian antara tiga negara bagian, Negara Republik Indonesia, Negara Indonesia Timur, & Negara Sumatera Timur dihasilkan perjanjian pembentukan Negara Kesatuan pada tanggal 17 Agustus 1950. Sejak 17 Agustus 1950, Negara Indonesia diperintah dengan menggunakan Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950 yg menganut sistem kabinet parlementer.
Era 1950-1959 adalah  di mana presiden Soekarno memerintah menggunakan konstitusi Undang-Undang Dasar Sementara Republik Indonesia 1950. Periode ini berlangsung mulai dari 17 Agustus 1950 sampai 6 Juli 1959.
Orde Lama adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soekarno di Indonesia.Ir. Soekarno adalah presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 – 1966.Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. 
Mitos Dwitunggal Soekarno-Hatta cukup populer dan lebih kuat di kalangan rakyat dibandingkan terhadap kepala pemerintahan yakni perdana menteri. Jatuh bangunnya kabinet yang terkenal sebagai "kabinet seumur jagung" membuat Presiden Soekarno kurang memercayai sistem multipartai, bahkan menyebutnya sebagai "penyakit kepartaian". Tak jarang, ia juga ikut turun tangan menengahi konflik-konflik di tubuh militer yang juga berimbas pada jatuh bangunnya kabinet. Seperti peristiwa 17 Oktober 1952 dan Peristiwa di kalangan Angkatan Udara.
Presiden Soekarno juga banyak memberikan gagasan-gagasan di dunia Internasional. Keprihatinannya terhadap nasib bangsa Asia-Afrika, masih belum merdeka, belum mempunyai hak untuk menentukan nasibnya sendiri, menyebabkan presiden Soekarno, pada tahun 1955, mengambil inisiatif untuk mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung yang menghasilkan Dasa Sila. Bandung dikenal sebagai Ibu Kota Asia-Afrika. Ketimpangan dan konflik akibat "bom waktu" yang ditinggalkan negara-negara barat yang dicap masih mementingkan imperialisme dan kolonialisme, ketimpangan dan kekhawatiran akan munculnya perang nuklir yang mengubah peradaban, ketidakadilan badan-badan dunia internasional dalam penyelesaian konflik juga menjadi perhatiannya. Bersama Presiden Josip Broz Tito (Yugoslavia), Gamal Abdel Nasser (Mesir), Mohammad Ali Jinnah (Pakistan), U Nu, (Birma) dan Jawaharlal Nehru (India) ia mengadakan Konferensi Asia Afrika yang membuahkan Gerakan Non Blok. Berkat jasanya itu, banyak negara Asia Afrika yang memperoleh kemerdekaannya. Namun sayangnya, masih banyak pula yang mengalami konflik berkepanjangan sampai saat ini karena ketidakadilan dalam pemecahan masalah, yang masih dikuasai negara-negara kuat atau adikuasa. Berkat jasa ini pula, banyak penduduk dari kawasan Asia Afrika yang tidak lupa akan Soekarno bila ingat atau mengenal akan Indonesia.
Guna menjalankan politik luar negeri yang bebas-aktif dalam dunia internasional, Presiden Soekarno mengunjungi berbagai negara dan bertemu dengan pemimpin-pemimpin negara. Di antaranya adalah Nikita Khruschev (Uni Soviet), John Fitzgerald Kennedy (Amerika Serikat), Fidel Castro (Kuba), Mao Tse Tung (RRC).
Kabinet-kabinet Era Order Lama
Pada masa ini terjadi banyak pergantian kabinet diakibatkan situasi politik yg tak stabil.Tercatat ada 7 kabinet pada masa ini.
1950-1951-Kabinet Natsir
1951-1952-Kabinet Sukiman-Suwirjo
1952-1953-Kabinet Wilopo
1953-1955-Kabinet Ali Sastroamidjojo I
1955-1956-Kabinet Burhanuddin Harahap
1956-1957-Kabinet Ali Sastroamidjojo II
1957-1959-Kabinet Djuanda
Konstituante, Sistem Parlementer Orde Lama
Konstituante diserahi tugas membuat undang-undang dasar yg baru sesuai amanat UUDS 1950.Namun sampai tahun 1959 badan ini belum juga bisa membuat konstitusi baru.Presiden Soekarno menyampaikan konsepsi tentang Demokrasi Terpimpin pada DPR hasil pemilu yg berisi ide untuk kembali pada UUD 1945.Akhirnya, Soekarno mengeluarkan Dekrit 5 Juli 1959, yg membubarkan Konstituante.
Dekrit Presiden 5 Juli 1959 ialah dekrit yg mengakhiri masa parlementer & digunakan kembalinya UUD 1945. Masa sesudah ini lazim disebut masa Demokrasi Terpimpin
Isi Dekrit Presiden 5 Juli 1959    :
Kembali berlakunya UUD 1945 & tak berlakunya lagi UUDS 1950
Pembubaran Konstituante
Pembentukan MPRS & DPAS
Penerapan demokrasi orde lama
Pada masa Orde lama, Pancasila dipahami berdasarkan paradigma yang berkembang pada situasi dunia yang diliputi oleh tajamnya konflik ideologi.Pada saat itu kondisi politik dan keamanan dalam negeri diliputi oleh kekacauan dan kondisi sosial-budaya berada dalam suasana transisional dari masyarakat terjajah (inlander) menjadi masyarakat merdeka.Masa orde lama adalah masa pencarian bentuk implementasi Pancasila terutama dalam sistem kenegaraan.Pancasila diimplementasikan dalam bentuk yang berbeda-beda pada masa orde lama. Terdapat 3 periode implementasi Pancasila yang berbeda, yaitu periode 1945-1950, periode 1950-1959, dan periode 1959-1966.
Orde Lama telah dikenal prestasinya dalam memberi identitas, kebanggaan nasional dan mempersatukan bangsa Indonesia. Namun demikian, Orde Lama pula yang memberikan peluang bagi kemungkinan kaburnya identitas tersebut (Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945). Beberapa peristiwa pada Orde Lama yang mengaburkan identitas nasional kita adalah; Pemberontakan PKI pada tahun 1948, Demokrasi Terpimpin, Pelaksanaan UUD Sementara 1950, Nasakom dan Pemberontakan PKI 1965.
Berakhirnya Masa Orde Lama 
 Terjadinya peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau karena peristiwa Gerakan 30 September 1965 ditambah adanya konflik di angkatan darat yang sudah berlangsung lama.
Keadaan perekonomian semakin memburuk dimana inflasi mencapai 600% sedangkan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dan kenaikan harga bahan bakar menyebabkan timbulnya keresahan masyarakat.
Reaksi keras dan meluas dari masyarakat yang mengutuk peristiwa pembunuhan besar-besaran yang dilakukan oleh PKI. Rakyat melakukan demonstrasi menuntut agar PKI berserta Organisasi Masanya dibubarkan serta tokoh-tokohnya diadili.
Kesatuan aksi (KAMI,KAPI,KAPPI,KASI,dsb) yang ada di masyarakat bergabung membentuk Kesatuan Aksi berupa “Front Pancasila” yang selanjutnya lebih dikenal dengan “Angkatan 66” untuk menghacurkan tokoh yang terlibat dalam Gerakan 30 September 1965.
Kesatuan Aksi “Front Pancasila” pada 10 Januari 1966 di depan gedung DPR-GR mengajukan tuntutan”TRITURA”(Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi : 
Pembubaran PKI berserta Organisasi Massanya
Pembersihan Kabinet Dwikora
Penurunan Harga-harga barang.
Upaya reshuffle kabinet Dwikora pada 21 Februari 1966 dan Pembentukan Kabinet Seratus Menteri tidak juga memuaskan rakyat sebab rakyat menganggap di kabinet tersebut duduk tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965.
Wibawa dan kekuasaan presiden Sukarno semakin menurun setelah upaya untuk mengadili tokoh-tokoh yang terlibat dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 tidak berhasil dilakukan meskipun telah dibentuk Mahkamah Militer Luar Biasa(Mahmilub).
Sidang Paripurna kabinet dalam rangka mencari solusi dari masalah yang sedang bergejolak tak juga berhasil. Maka Presiden mengeluarkan Surat Perintah Sebelas Maret 1966 (SUPERSEMAR) yang ditujukan bagi Letjen Suharto guna mengambil langkah yang dianggap perlu untuk mengatasi keadaan negara yang semakin kacau dan sulit dikendalikan.

About Orde Baru

Diposting oleh yoan agustin di 00.49 0 komentar
1992, dan 1997. Dalam setiap Pemilu yang diselenggarakan selama masa pemerintahan Orde Baru, Golkar selalu memperoleh mayoritas suara dan memenangkan Pemilu. Pada Pemilu 1997 yang merupakan pemilu terakhir masa pemerintahan Orde Baru, Golkar memperoleh 74,51 % dengan perolehan 325 kursi di DPR, dan PPP memperoleh 5,43 %dengan peroleh 27 kursiDan PDI mengalami kemorosotan perolehan suara hanya mendapat11 kursi. Hal disebabkan adanya konflik intern di tubuh partai berkepala banteng tersebut, dan PDI pecah menjadi PDI Suryadi dan PDI Megawati Soekarno Putri yang sekarang menjadi PDIP .Penyelenggaraan Pemilu yang teratur selama masa pemerintahan Orde Baru telah menimbulkan kesan bahwa demokrasi di Indonesia telah berjalan dengan baik. Apalagi Pemilu berlangsung dengan asas LUBER (langsung, umum, bebas, dan rahasia). Namun dalamkenyataannya Pemilu diarahkan untuk kemenangan salah satu kontrestan Pemilu yaituGolkar.Kemenangan Golkar yang selalu mencolok sejak Pemilu 1971 sampai dengan Pemilu 1997 menguntungkan pemerintah di mana perimbangan suara di MPR dan DPR didominasi oleh Golkar. Keadaan ini telah memungkinkan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia selama enam periode, karena pada masa Orde Baru presiden dipilih oleh anggota MPR. Selain itu setiap pertanggungjawaban, rancangan Undang-undang, dan usulan lainnya dari pemerintah selalu mendapat persetujuan MPR dan DPR tanpa catatan.

Peran Ganda (Dwi Fungsi) ABRI
Untuk menciptakan stabilitas politik, pemerintah Orde Baru memberikan peran ganda kepada ABRI, yaitu peran Hankam dan sosial.Peran ganda ABRI ini kemudian terkenal dengan sebutan Dwi Fungsi ABRI.Timbulnya pemberian peran ganda pada ABRI karena adanya pemikiran bahwa TNI adalah tentara pejuang dan pejuang tentara. Kedudukan TNI dan POLRI dalam pemerintahan adalah sama. di MPR dan DPR mereka mendapat jatah kursi dengan cara pengangkatan tanpa melalui Pemilu. Pertimbangan pengangkatan anggota MPR/DPR dari ABRI didasarkan pada fungsinya sebagai stabilitator dan dinamisator.Peran dinamisator sebanarnya telah diperankan ABRI sejak zaman Perang Kemerdekaan.Waktu itu Jenderal Soedirman telah melakukannya dengan meneruskan perjuangan, walaupun pimpinan pemerintahan telah ditahan Belanda.Demikian juga halnya yang dilakukanSoeharto ketika menyelamatkan bangsa dari perpecahan setelah G 30 S PKI, yangmelahirkankan Orde Baru. Boleh dikatakan peran dinamisator telah menempatkan ABRI pada posisiyang terhormat dalam percaturan politik bangsa selama ini.

Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4)
Pada tanggal 12 April 1976 Presiden Soeharto mengemukakan gagasan mengenai pedoman untuk menghayati dan mengamalkan Pancasila, yang terkenal dengan nama Ekaprasatya Pancakarsa atau Pedomanan Pengahayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Untuk mendukung pelaksanaan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 secara murni dan konsekuen, maka sejak tahun 1978 pemerintah menyelenggarakan penataran P4 secara menyeluruh pada semua lapisan masyarakat. Penataran P4 ini bertujuan membentuk pemahaman yang sama mengenai demokrasi Pancasila, sehingga dengan adanya pemahaman yang sama terhadap Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 diharapkan persatuan dan kesatuan nasional akan terbentuk dan terpelihara. Melalui penegasan tersebut opini rakyat akan mengarah pada dukungan yang kuat terhadap pemerintah Orde Baru.] Dan sejak tahun 1985 pemerintah menjadikan Pancasila sebagai asas tunggal dan kehidupan berorganisasi.Semua bentuk organisasi tidak boleh menggunakan asasnya selain Pancasila.Menolak Pancasila sebagai sebagai asas tunggal merupakan pengkhianatan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.Dengan demikian Penataran P4 merupakan suatu bentuk indoktrinasi ideologi, dan Pancasila menjadi bagian dari sistem kepribadian, sistem budaya, dan sistem sosial masyarakat Indonesia. Pancasila merupakan prestasi tertinggi Orde Baru, dan oleh karenanya maka semua prestasi lainnya dikaitkan dengan nama Pancasila. Mulai dari sistem ekonomi Pancasila, pers Pancasila, hubungan industri Pancasila, demokrasi Pancasila, dan sebagainya. Dan Pancasila dianggap memiliki kesakralan (kesaktian) yang tidak boleh diperdebatkan

Penataan politik luar negri
Pada masa Orde Baru politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif kembali dipulihkan.Dan MPR mengeluarkan sejumlah ketetapan yang menjadi landasan politik luar negeri Indonesia. Pelaksanaan politik luar negeri Indonesia harus didasarkan kepada kepentingannasional, seperti pembangunan nasional, kemakmuran rakyat, kebenaran, serta keadilan

Kembali menjadi anggota PBB
Pada tanggal 28 Desember 1966 Indonesia kembali menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Keputusan untuk kembali menjadi anggota PBB dikarenakan pemerintah sadar bahwa banyak manfaat yang diperoleh Indonesia selama menjadi anggota pada tahun 1955-1964. Kembalinya Indonesia menjadi anggota PBB disambut baik oleh negara-negara Asia lainnya bahkan oleh PBB sendiri.Hal ini ditunjukkan dengan dipilihnya Adam Malik sebagai Ketua Majelis Umum PBB untuk masa siding tahun 1974.Dan Indonesia juga memulihkanhubungan dengan sejumlah negara seperti India, Thailand, Australia, dan negara-negara lainnya yang sempat renggang akibat politik konfrontasi Orde Lama.

Normalisasi Hubungan dengan Negara lain
Pemulihan Hubungan dengan Singapura
Dengan perantaraan Dubes Pakistan untuk Myanmar, Habibur Rachman, hubungan Indonesia dengan Singapura berhasil dipulihkan kembali.[ Pada tanggal 2 Juni 1966 pemerintah Indonesia menyampaikan nota pengakuan atas Republik Singapura kepada Perdana Menteri Lee Kuan Yew. Dan pemerintah Singapura menyampaikan nota jawaban kesediaan untuk mengadakan hubungan diplomatik dengan Indonesia.

Pidato Bahasa Indonesia

Diposting oleh yoan agustin di 00.48 0 komentar


Assalamu’alaikum Wr. Wb
Salam sejahtera untuk kita semua
Yang saya hormati bapak ibu guru pengajar , staf dan karyawan tata usaha
Serta anak-anakku kelas 7, 8, dan 9 yang saya cintai dan saya banggakan.
    Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya sehingga kita masih bisa berkumpul dalam upacara peringatan hari pendidikan dalam keadaan sehat tanpa halangan suatu apa.
    Anak-anaku semua , pada tanggal inilah tonggak pendidikan di Indonesia dimulai. Tepatnya tanggal 2 Mei pendiri pendidikan di Indonesia dilahirkan. Bukan hanya kelahiran Rassulluloh SAW saja yang kita peringati, namun cahaya pendidikan di Indonesiapun perlu kita peringati. Kali ini saya tidak akan bicara banyak , saya hanya akan menyampaikan betapa kita harus mengutamakan belajar untuk meraih suatau kemenangan.
    Anak-anakku semua , sekarang pendidikan bukan hal yang sulit. Sekarang bukan hanya anak pejabat dan para sosialita saja yang bisa menikmati jenjang pendidikan. Bahkan sekarang pemerintah pun mulai sadar akan pentingnya pendidikan. Mulai dari Wajib belajar 9 tahun samapai wajib belajar 12 tahun. Itulah bukti pedulinya pemerintah akan dunia pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu marilah kita terus tingkatkan. Tak lebih dengan cara belajar, belajar, dan terus belajar. marilah kita buktikan kepada dunia luar bahwa kita mampu bersaing dalam dunia pendidikan. Kita harumkan nama bangsa , dan terus menggapai cita-cita kita , maka suatu kemenangan akan kita raih.
    Kemenangan bukan hanya dilihat dari hasil belajar . kemenangan bisa dilihat dari seberapa besar usaha kita. Allah tak pernah tidur. Ingat itu anak-anaku.  Oleh karena itu , kalian harus terus melanjutkan perjuangan Ki Hajar Dewantara yang belum selesai itu. Tunggu apa lagi ? impia kalian hampir di depan mata, tidak hanya jaminan dunia , tapi Allah juga menjamin, Rasululloh SAW bersabda : 
“ barang siapa dalam perjalanan menuntut ilmu , maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga “
    Apakah kita semua kan menyia-nyiakanya ? marilah kita buktikan , kita bisa menang , menang dalam segala aspek , semua itu bukan isapan jempol belaka , dengan belajar itu semua bisa jadi nyata.
    Sepertinya tidak banyak yang akan saya sampaikan lagi. Mungkin anak-anak semua bisa menyimpulkan apa yang saya maksud. Cukup dengan belajar kita bisa raih semuanya, kita bisa menag. Ingat itu. Semoga kalian semua para penerus bangsa bisa menjadi pemenang di masa depan. Saya mohon maaf apabila ada salah, sekian dan terima kasih. 
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
 

MISS LONELY Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos